Wednesday, January 2, 2013
Hujan
Rawa rawa antara besitang � tamiang .oktober 2008. Senja semakin melambat karena perjalananku sudah semakin kebarat. Dingin, kupeluk ransel yang tidak seberapa gembungnya. Kini hangat. Ketoleh ke kiri , sebelahku. Seorang lelaki paruh baya matanya antara tidur dan terjaga.
Nanar ,diam semua penumpang meresapi pikiran masing masing. Aku duduk samping kaca. Kaca berembun pertanda suhu udara di
Labels:
Cerpen
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment